Dari beragam minuman berbasis espresso, Latte Art adalah yang paling menarik secara estetik. Bahkan keunikan latte art membuat coffeeshop-coffeeshop berlomba-lomba menyajikan latte art yang sempurna. Sejalan dengan itu, banyak pula kejuaraan yang melombakan latte art secara spesifik. Sekilas membuat latte art terlihat mudah dan hampir sama dengan membuat cappucinno, tetapi pada dasarnya tidak semudah itu.

Beberapa tahapan harus menjadi perhatian serius apalagi bagi Anda yang baru memulai membuat latte art. Pada dasarnya Latte Art adalah seni menggambar pola menggunakan kopi yang ada dalam foam. Jadi skill adalah hal mutlak yang menentukan. Faktor-faktor yang menentukan baik atau tidaknya secangkir latte art bisa dilihat dari proporsi motif di cangkir, posisi atau orientasi motif di mana handle cangkir adalah tolak ukurnya, kontras warna kopi dan susu kemudian tingkat ketebalan susu dan berkilau. Terakhir adalah makna dan kesan dari motif latte artnya.

Nah, untuk itu banyak yang perlu dilakukan oleh barista yang baru membuat latte art. Hal pertama yang dibutuhkan sebelum membuat latte art adalah susu, espresso dan teko uap yang memiliki dinding lurus dengan ceret yang lancip. Kemudian perhatikan pula tekstur, suhu, dan cara frothing susu. Hal kecil yang sering luput namun memiliki peran cukup signifikan adalah cara pegang dan posisi tuang milk jug. Pemilihan susu juga penting dan dianjurkan menggunakan susu fresh milk yang disimpan di kulkas dan saat keluar berada di suhu sekitar 0-4°C.

Dari suhu tersebut kemudian ditingkatkan hingga ke 50-55°C dengan menggunakan steamer wand yang berada di ujung mesin espresso. Proses ini akan membuat susu akan terlihat mengembang, lebih kental dan sedikit berbusa di permukaannya. Selain jadi sedikit hangat, susu hasil frothing idealnya terlihat halus, berkilau dan terasa agak manis saat dicicip. Agar hasil maksimal saat proses frothing ini, perhatikan posisi celup steam wand dan tingkat kemiringan. Baiknya ujung steam wand atau nozzle tip harus tenggelam dalam susu. Hal ini menghasilkan bubble yang tidak terlalu banyak.

Setelah proses frothing, saatnya menuangkan ke cangkir yang sudah terisi espresso. Perhatikan pula espresso yang digunakan. Jangan diamkan espresso melebihi waktu 10 detik tanpa menambahkan susu ke dalamnya. Saat menuang juga harus diperhatikan posisi memegang milk jug. Jangan terpaku di posisi pegangan yang nyaman, namun harus posisi pegang yang stabil.

Kemudian saat proses menuang perhatikan tingkat kemiringan cangkir. Normalnya tingkat kemiringan berada di posisi 60°, di tingkat kemiringan ini, permukaan espresso akan jadi lebih luas. Namun tingkat kemiringan ini juga tidak jadi patokan baku, karena tergantung dari luas cangkir yang digunakan. Semakin besar, semakin miring ke arah milk jug.

Langkah selanjutnya adalah mulai menuang susu dimulai dari tengah lalu dilanjutkan dengan menuang memutar untuk memecah crema espresso, setelah setengah gelas terisi istirahatkan sejenak. Baru langkah akhir proses melukis, fokus dan konsentrasi adalah hal mutlak. Jangan sampai tremor dan atur kecepatan aliran susu, sembari menggambar perlahan, tegakan kembali gelasnya dan jangan sampai luber.

Perhatikan hasilnya apakah sudah ideal atau belum latte art yang dihasilkan. Bila belum, teruslah berlatih. Berlatih untuk mengasah skill dan jangan lupa pula memaksimalkan mesin yang ada. Karena berbahan dasarnya espresso, gunakan mesin espresso yang berkualitas dan mendukung hasilkan latte art yang maksimal. Jika masih bingung memilih mesin yang akan digunakan, PT. Multi Flashindo Kharisma akan membantu memilihkan mesin espresso yang tepat untuk Anda. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi PT. Multi Flashindo Karisma (MFK) di 021-6268758 (JKT) 031-8471 474 (SBY) atau lewat email di marketing.dept@mfk.co.id.

Share This