Anda sedang berada di bandara dan menunggu penerbangan pertama di pagi hari. Apakah yang Anda inginkan? Sebagian orang tentu menjawab nyamannya bantal untuk melanjutkan tidur yang tertunda nanti di pesawat.

Namun sebagian orang yang terbiasa produktif di pagi hari tentu akan menginginkan secangkir kopi untuk “membangunkan” mereka dan menemani aktivitas yang akan menjelang.

Inilah alasan Costa Coffee, coffee shop dari Inggris, dibuka pertama kalinya di Terminal 3 ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, awal Agustus di tahun ini.

Costa Coffee pertama kali dibuka pada tahun 1971 di London, salah satu kota tersibuk di dunia. Idenya pertama kali datang dari imigran bersaudara asal Italia yakni Bruno Costa dan Sergio Costa yang berimigrasi ke Inggris pada tahun 1960-an. Menemukan coffee roaster di Lambeth, London pada tahun 1971 yang menyuplai minuman ke lokal,di situlah Costa Coffee melejit.

Butuh waktu lama, namun pasti. Pada tahun 1978 di Vauxhall Bridge Road, London, cabang Costa Coffee dibuka. Kini, Costa Coffee memiliki 3401 outlet yang tersebar di 31 negara di dunia.

Dengan pertumbuhan yang kian pesat seperti ini, pasti ada alasannya. Nah, Astoria, mesin kopi resmi Costa Coffee di seluruh dunia adalah motornya. Tidak salah, bukan, berkata kalau mesin yang mantap adalah penggerak bisnis yang terbaik?

Di outlet pertamanya, Astoria yang digunakan adalah Astoria Plus 4 You. Mesin ini mampu menghasilkan kopi yang konsisten dan sungguh nikmat. Mulai dari Flat White, Latte, Mocca, Capuccino, Americano, Vanila Latte, Caffe Caramella, Espresso, Ristretto, Macchiatto, hingga Corto, mampu dihasilkan menggunakan mesin ini. Tentu sungguh menunjang gaya hidup para konsumen, yakni businessman yang sibuk mengejar harinya!

“Fokus kami adalah membuka outlet di bandara-bandara. Ke depannya akan dibangun outlet tambahan di Bandara Soekarno-Hatta dan bandara Ir. Juanda Surabaya,” ucap manager di Costa Coffee Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menandaskan.

Share This